Sabtu, 13 Juli 2013

Dzikir / Istighfar Sebelum Iqamah



Salah satu waktu yang mustajab untuk berdo’a adalah antara adzan dan Iqamah. Sebaik-baik do’a adalah Istighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah SWT dari segala dosa yang pernah dilakukan, baik dosa kecil terlebih lagi dosa yang besar. Berikut ini adalah salah satu Istighfar/dzikir sebelum iqamah :
ﺍَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﺍﷲَ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢَ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺫَﻧْﺐٍ ﻋَﻈِﻴْﻢ ﻻَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬﱡﻧُﻮْﺏَ ﺍِﻻﱠ ﺭَﺏﱡ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ.
Artinya :” Aku mohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung dari segala dosa yang besar, tidak ada yang dapat mengampuni segala dosa, kecuali (Allah) Tuhan sekalian ‘alam.
(Dibaca 3x sebelum iqamah)

Kamis, 11 Juli 2013

Tempat dan Waktu dikabulkannya Do'a

Nabi SAW. bersabda : 
1.    “Barangsiapa yang memiliki keperluan kepada Allah SWT., maka hendaklah dia berdo’a setiap kali selesai melakukan Shalat fardhu.”  (HR. Ibnu ‘Asakir dari Abu Musa r.a.).
2.   "Pintu-pintu langit dibuka dan do'a-do'a dikabulkan pada empat keadaan, yaitu pada saat pertemuan antara barisan yang bertempur di jalan Allah (dengan musuh), ketiga hujan turun, ketika iqamah shalat, dan ketika melihat Ka’bah.” (HR. Ath-Thabrani dari Abu Umamah r.a.).
3.   “Ada tiga golongan yang do’a mereka tidak ditolak, yaitu pemimpin yang adil, orang berpuasa hingga berbuka, dan do’a orang yang dizhalimi. Do’a mereka diangkat di atas awan dan pintu-pintu langit akan dibukakan. Ketika itu Allah SWT. Berfirman :” Demi ke-Agungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu sebentar lagi.”(HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a.)
4.       “ Tuhan kita, Allah SWT., turun ke langit dunia setiap malam, yaitu pada sepertiga malam. Dia berfirman;”barangsipa yang berdo’a kepada-Ku, maka Aku akan Mengabulkan do’anya. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a.)
 dan masih banyak lagi hadits-hadits Nabi SAW yang menjelaskan tentang tempat dan waktu dikabulkannya do'a.

Shalawat Shalat Tarowih



"صلوات التراويح "

======================== ( 1 ) =======================
Iqamah Shalat Tarowih
Bilal :
اَلصَّلَاةَ جَامِعَة ×3.... لِسُنَّةِ التَّرَاوِيْحِ رَحِمَكُمُ الله....
Jama’ah :
اَلصَّلَاةُ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
Bilal :
Baca Shalawat (*)
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد....
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى رَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد....
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى رَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا وَحَبِيْبِنَا وَشِفِيْعِنَا وَذُخْرِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّد....
(*)Shalawat ini dibaca setelah atau setiap 2 (dua) rakaat tarowih.
================= ( 2 ) =================
(Dibaca setelah rakaat ke 2 , 6, 10, 14, 18)
Bilal :
فَضْلاً مِّنَ اللهِ وَنِعْمَة ....
Jama’ah :
وَمَغْفِرَةً وَّرَحْمَة، لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر.
Bilal :
Baca Shalawat (*)
================= ( 3 ) =================
(Dibaca setelah atau setiap rakaat ke 4 , 8, 12, 16)
Bilal :
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَعْبُوْد...
Jama’ah :
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْمَوْجُوْدِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْحَيِّ الَّذِيْ لاَ يَمُوْتُ، سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلَآئِكَةُ وَالرُّوْحِ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَر، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْم.
Imam/Bilal : Baca Do’a
================= ( 4 ) ================
( Setelah rakaat ke-4)
Bilal :
اَلْخَلِيْفَةُ اْلأَوَّلُ سَيِّدِنَا اَبُوْ بَكْرِ نِ الصِّدِّيْقِ تَرْضَهُ عَنْهُ ...
Jama’ah :
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Bilal :
Baca Shalawat (*)
================ ( 5 ) ===============
(Setelah rakaat ke-8)
Bilal :
اَلْخَلِيْفَةُ الثَّانِى سَيِّدِنَا عُمَرُ ابْنُ الْخَطَابِ تَرْضَهُ عَنْهُ...
Jama’ah :
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Bilal :
Baca Shalawat(*)
=============== ( 6 ) ================
(Setelah rakaat ke-12)
Bilal :
اَلْخَلِيْفَةُ الثَّالِث سَيِّدِنَا عُثْمَانُ ابْنِ عَفَّانِ تَرْضَهُ عَنْهُ...
Jamaah :
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ
Bilal :
Baca Shalawat (*)
================= (  7 ) ================
(Setelah rakaat ke-16)
Bilal :
اَلْخَلِيْفَةُ الرَّابِع اِمَامِ الْمَشَارِقِ وَالْمَغَارِب  سَيِّدِنَا عَلِيِّ ابْنِ اَبِى طَالِبِ كَرَمَ اللهُ وَجْهَه
Jama’ah :
كَرَمَ اللهُ وَجْهَه
Bilal :
Baca Shalawat(*)
=============== ( 8 ) ================
Iqamah Shalat Witir
Bilal :
اَوْتِرُوْا وَمَجِّدُوْا وَعَظِّمُوْا مِنْ شَهْرَ صِيَامِ رَحِمَكُمُ الله ...
Jama’ah :
اَلصَّلَاةُ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ
Bilal :
Baca Shalawat(*) 

Rabu, 03 Juli 2013

DO'A


وَلِلهِ الْاَسْمآءُ الْحُسْنَى فَادْعُوْهُ بِهَا
"Bagi Allah nama-nama yang baik, maka berdo'alah kepada-Nya dengan nama-nama tersebut" (QS. Al-A'raf : 186 ) >>> ASMA'UL HUSNA<<<
Do'a adalah kunci rahmat. oleh karena itu, awalilah semua pekerjaanmu dengan do'a. Barangsiapa yang menginginkan do'anya dikabulkan oleh Allah SWT. ketika dalam keadaan kesempitan dan kesulitan, maka hendaklah dia memperbanyak do'a ketika sedang dalam kelapangan. Disamping itu, hendaklah dia memperbanyak shalawat kepada Nabi SAW., karena sesungguhnya Allah SWT. akan memenuhi segala urusan dunia dan akhiratnya.

Senin, 03 Juni 2013

PEREMPUAN

Seperti halnya laki-laki, perempuan merupakan salah satu dari dua jenis kelamin manusia. Perempuan yang beranjak dewasa disebut gadis,  perempuan yang belum pernah berhubungan seks (senggama) dengan laki-laki disebut perawan, sementara perempuan yang sudah dewasa biasa disebut wanita, dan perempuan yang sudah memiliki anak disebut ibu atau mama
Munculnya perempuan dimulai dari kehadiran Siti Hawa yang diciptakan oleh Tuhan untuk menemani Nabi Adam menjalani tugasx sebagai khalifah di muka bumi. Dari pasangan Adam dan Hawa inilah lahir keturunan yang ada hingga saat ini yang disebut manusia.
Secara fisik/postur tubuh perempuan juga  menyerupai laki-laki, hanya saja terdapat perbedaan pada komposisi fisik seperti alat vital dan payudara.
Secara mental dan pola fikir perempuan juga sering dianggap lebih lemah daripada laki-laki. kendatipun demikian pada laki-laki dan perempuan terdapat kekurangan dan kelebihan masing-masing yang boleh jadi tidak dimilki oleh keduanya secara bersama.
Dalam agama atau kepercayaan bahkan dalam adat istiadat pun kedua memiliki masing-masing kelebihan, keutamaan dan derajat yang berbeda. Dalam agama Islam misalnya, seorang suami (laki-laki) memiiki keutamaan dan derajat yang tinggi dibandingkan seorang isteri. Namun, disisi lain seorang ibu (perempuan) memiliki derajat yang tak tertandingi dibandingkan manusia yang lain.

Selasa, 21 Mei 2013

LELAKI

Laki atau lelaki adalah satu dari dua jenis kelamin manusia, yaitu Lelaki dan Perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Dalam Bahasa Indonesia penggunaan kata lelaki khusus untuk manusia. sedangkan untuk hewan menggunakan kata Jantan.
Lelaki mempunyai berbagai ciri jenis kelamin yang membedakan mereka daripada perempuan. Serupa dengan perempuan, organ seks mereka merupakan sebagian dari sistem pembiakan yang terdiri dari zakar, testis, vas deferens serta korda spermatik, kelenjar prosrtat dan yang lain. Sistem reproduksi lelaki berfungsi semata-mata untuk penghasilan dan pemancaran air mani yang mengandung sperma.
Perdebatan hebat di kalangan masyarakat bertumpu pada perbedaan persepsi dari segi sosial, intelektual, atau emosi antara lelaki dan perempuan. Perbedaan-perbedaan ini amat susah dihitung disebabkan alasan-alasan sains dan politik. Berikut sedikit akan kami kemukakan perbandingan perbedaan antara lelaki  dan perempuan :
  • Lelaki lebih bersikap agresif dibandingkan perempuan, ketika di luar rumah dan sebaliknya.
  • Lebih bersikap kompetitif, tetapi juga lebih keras kepala dibandingkan perempuan.
  • Mempunyai keyakinan diri lebih besar (malah kadang-kadang sombong juga) dan mempertunjukkan kemahiran kepemimpinan yang lebih baik dibandingkan perempuan.
  • Lebih dapat mengedepankan akal dan emosi.
  • Mempunyai kemahiran teknis lebih besar dan pengurusan dibandingkan perempuan.
  • Lebih cenderung pada pemikiran abstrak dibandingkan perempuan.
  • Lebih kasar dibandingkan perempuan.
  • Lebih gemar bercakap dan lebih cenderung mencela saat orang sedang bercakap dibandingkan perempuan.
  • Lebih cenderung menyindir dan menggunakan metafora dalam pembicaraan.
Sebagian dari perbedaan-perbedaan ini telah didukung oleh penyelidikan ilmiah, tetapi ada juga yang tidak. Semua ini harus diterima dengan hati-hati kerena terdapat kelainan yang amat besar di kalangan lelaki dan perempuan.
Secara fisik, laki-laki memiliki struktur fisiologi yang tangguh, seperti masa otot yang jauh lebih banyak daripada perempuan, tubuh wanita memiliki kekuatan hanya sepertiga dari tubuh laki-laki, pengaruh hormon pria seperti testosreron memengaruhi dengan kental tubuh pria sehinngga pria dengan mudahnya membangun otot.
Dari segi rupa dan perawakan, tidak banyak lelaki menggunakan kosmetik atau pakaian yang secara umum terkait kepada perempuan. Berbuat demikian dikenal sebagai bencong, banci alias waria atau saat ini pun dikenal istilah alay dan secara umum dipandang hina.

Senin, 20 Mei 2013

MANUSIA

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari berbagai segi. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens (bhs. Latin : yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak (akal/fikiran) yang  berkemampuan tinggi.
Dalam hal kerohanian, mereka menggunakan konsep jiwa (rohani) yang bervariasi, di mana dalam agama dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasa dan adat istiadat
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelamin. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, aqil balig, pemuda(i), dewasa, dan orang tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama (penganut agama/kepercayaan XYZ, warga negara XYZ, anggota partai XYZ), hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.