Mereka (Ashabul Hadits) juga
berkeyakinan bahwa di dunia ini memang ada sihir dan tukang sihir, akan tetapi
tukang sihir tersebut tidak dapat mencelakakan seseorang kecuali dengan izin
Allah 'azza wa jalla, sebagaimana firman Allah ta'ala:
وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ
إِلاَّ بِإِذْنِ اللّٰهِ
"Dan mereka (tukang sihir)
tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin
Allah .."(Al-Baqarah:102)
Siapa yang menjadi penyihir
atau menggunakan jasa sihir, sementara ia berkeyakinan bahwa sihir bisa memberi
manfaat atau memberi mudharat tanpa izin Allah, maka ia telah kafir kepada Allah
ta'ala.
Apabila seseorang telah
melakukan hal-hal yang secara dzahir dapat membuatnya kafir itu, maka ia harus
dipaksa untuk bertaubat, kalau enggan dipenggal lehernya (oleh penguasa
muslim).
Namun apabila ia hanya
melakukan perkara sihir yang tidak sampai mengkufurkan dirinya, atau misalnya
mengucapkan sesuatu yang dia sendiri tidak memahaminya, maka cukup dicegah saja.
Kalau enggan, maka diberikan hukuman cambuk.
Apabila seseorang berpendapat
bahwa sihir itu tidaklah haram, bahkan meyakininya boleh-boleh saja, maka orang
itu harus dibunuh karena ia telah membolehkan apa yang telah menjadi kesepakatan
umat Islam (Ulama) bahwa sihir itu haram.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar